Senin, 24 Desember 2012
Budaya Pencurian yang Kerap Terjadi
Pencurian adalah mengambil suatu hak orang lain secara paksa tanpa memikirkan kondisi orang tersebut, pencurian kerap terjadi dimana-mana, faktor utama dari pencurian itu sendiri adalah faktor kesejahteraan yang masih kurang sehingga banyak masyarakat yang melakukan pencurian demi memenuhi suatu kebutuhan tertentu, saya sendiri juga pernah mengalami kasus pencurian tersebut, ketika saya berada di Sekolah Menengah Pertama saya mendapati teman saya sedang mengambil handphone milik saya, setelah saya tanyakan faktor mencuri yang ia lakukan adalah karena dia ingin sekali memiliki handphone karena selama ini ia ingin memilikinya namun karena uang yang tidak cukup ia nekat untuk mencuri demi memiliki handphone, perbuatan yang menyimpang ini sangat merusak moral masyarakat Indonesia, anda bayangkan saja masih berada di Sekolah Menengah Pertama saja dia berani untuk mengambil barang yang bukan miliknya, bagaimana perlakuan dia di masa mendatang, pribadi seseorang harus ditanamkan sejak dini hal itu dilakukan agar menjadikan seseorang untuk tidak melakukan hal menyimpang tersebut, dan biasakanlah untuk menabung dari kecil sehingga apabila anak tersebut menginginkan untuk membeli sesuatu dia dapat memenuhi kebutuhannya tanpa melakukan pencurian, pencurian bisa terjadi dimanapun anda berada, bahkan kerabat dekatpun bisa melakukan hal seperti ini, bukan maksud untuk berpikiran negatif terhadap setiap orang namun bersikap waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, di zaman yang sudah sangat canggih ini, pencurian tidak hanya terjadi secara langsung karena pencurian dengan menggunakan internet juga dapat dilakukan, seperti e-commerce, seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan, setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri. Banyak sekali jenis-jenis pencurian yang kerap terjadi di zaman sekarang, untuk itu diperlukan kewaspadaan yang tinggi di sekitar anda demi menjauhi hal-hal yang sangat tidak diinginkan
Budaya Pergaulan Remaja Masa Kini
Sangat disayangkan sekali melihat budaya pergaulan yang terjadi di masa kini, pergaulan yang begitu bebas sangat menghancurkan para penerus bangsa melanjutkan menjadi seseorang yang berarti di masa mendatang, pergaulan bebas adalah hal yang menyimpang dari agama maupun budaya, orang tua yang menjadi prioritas terpenting atau prioritas nomor satu dalam menangani masalah pergaulan bebas ini dan tentu lingkungan sekitar yang membentuk suatu bentuk pergaulan dari pribadi anak ini, contoh-contoh dari pergaulan bebas itu sendiri adalah narkoba, seks bebas, alkohol, dan lain-lain. Mereka tidak berfikir dampak dari perbuatan ini untuk ke depannya, mereka hanya memikirkan kesenangan di masa sekarang, untuk itu apabila ingin melakukan suatu tindakan hendaklah dipikirkan terlebih dulu apa dampak yang akan terjadi di masa mendatang, penyesalan tentu selalu datang terlambat, untuk itu janganlah kalian menyesali sesuatu di kemudian hari karena waktu takkan bisa untuk diputar kembali. Dan pergaulan bebas tidak hanya merugikan diri sendiri, karena menurut saya pergaulan bebas dapat merugikan pihak-pihak lain seperti orang tua dan kerabat. Apa anda tidak merasa kasihan terhadap orang lain yang dirugikan atas perbuatan anda, dan saya juga melihat kekaburan atas pandangan di masyarakat, contohnya adalah seorang artis yang hamil di luar nikah namun dia tidak menggugurkan kandungannya dan dia dinyatakan sebagai duta anti aborsi, memang benar dia tidak melakukan aborsi, tetapi seakan-akan masyarakat menyetujui adanya hamil di luar nikah, itulah suatu contoh kekaburan pandangan yang terjadi di masyarakat, dan dengan pembahasan kali ini semoga dapat membuka pikiran anda untuk memikirkan matang-matang segala sesuatu sebelum melakukan suatu hal yang negatif agar ke depannya tidak merugikan diri sendiri maupun merugikan orang lain.
Korupsi Menjadi Budaya
Pembahasan kali ini saya akan memfokuskan terhadap korupsi yang sekarang sangat berkembang dan telah menjadi kebiasaan bagi warga Indonesia. Korupsi adalah cara dimana orang tersebut ingin memperkaya dirinya sendiri tanpa memperhatikan atau memperdulikan nasib orang lain, dan yang membuat korupsi merajalela diakibatkan karena masih lemahnya penegakan hukum di negara kita ini, bayangkan saja seorang tersangka korupsi yang memakan uang rakyat senilai miliaran rupiah hanya dikenakan sanksi selama 3 tahun penjara, sedangkan seorang nenek yang mencuri buah-buahan dikenakan sanksi lebih dari 3 tahun, sungguh menyedihkan apabila melihat peradilan yang ada di Indonesia, dan saya akan menyebutkan macam-macam korupsi yang paling umum terjadi adalah kecurangam, penggelapan, penipuan, pemerasan, nepotisme, kolusi, kroni, sogok atau suap, untuk contoh kecil sogok atau suap di Indonesia adalah apabila kita tidak mentaati peraturan yang ada di jalan raya seharusnya kita dapat dikenakan sanksi namun sekarang kita dapat memberikan uang sesuai dengan jumlah yang disepakati dengan polisi dan orang yang tidak mentaati peraturan tersebut dan kita akan terbebas dari sanksi, kemudian contoh dari kecurangan itu sendiri yang perlu anda perhatikan kembali adalah ketika anda mencontek pekerjaan milik orang lain adalah pencerminan atau segelintir contoh kecil dari korupsi, karena dengan mencontek anda telah mengambil hak milik orang lain yang sebenarnya bukan milik anda. Akibat-akibat dari korupsi itu sendiri adalah membahayakan bagi moral masyarakat di Indonesia karena terbiasa untuk melakukan segala sesuatunya dengan korupsi, tidak adanya suatu ketulusan, timbul suatu egoisme yang tinggi, dan sangat terlihat jelas perbedaan antara si kaya dan si miskin, kemudian dapat memperburuk negara tersebut, dan yang sangat disayangkan Indonesia masuk ke dalam 100 negara yang berkorupsi di antara 183 negara di dunia, buatlah maju negara kita yang tercinta ini, mulai hidup dengan bebas dari korupsi agar negara kita dapat menjadi sejahtera, ubahlah dirimu dari sekarang agar kita dapat menjadi pribadi dan menjadikan negara yang lebih baik.
Rabu, 19 Desember 2012
Budaya Intimidasi(Bullying)
Blog saya yang selanjutnya akan menginformasikan kasus intimidasi yang kerap kali terjadi di kalangan pelajar, hal ini sangat disayangkan karena dapat merusak moral serta etika si pelaku dan bagi sang korban ini akan menimbulkan suatu trauma tersendiri, seperti kasus pelajar sekolah yang sering kali melakukan kasus intimidasi ini, seperti kasus yang baru-baru ini beredar, seorang pelajar Sekolah Menengah Atas yang baru saja masuk Sekolah Menengah Atas/masih menjalani masa orientasi siswa, pelajar salah satu SMA Swasta ternama di Jakarta ini kerap dipukuli hingga babak belur oleh sekelompok senior, kemudian dia juga pulang hingga larut malam, hal seperti ini tentu saja sangat membahayakan bagi pelajar di Indonesia, berfikirlah bahwa baru bersekolah di Sekolah Menengah Atas saja mereka tega untuk melakukan tindak kejahatan seperti itu bagaimana kehidupan dia ke depannya, tentu dengan perlakuan yang seperti itu akan merusak moral tersangka tersebut, dan faktor lain dari kejadian ini adalah apabila orang tua korban tidak terima atas perlakuan yang dilakukan oleh tersangka tentu saja akan menimbulkan sebuah konfllik, penghapusan budaya bullying ini tentu saja tidak mudah, karena semua berubah tentu saja dari dirinya masing-masing, peran guru serta peran kepala sekolah juga diperlukan untuk membantu perubahan sikap tercela tersebut seperti menunjukan sikap yang sebagaimana dilakukan, karena guru adalah orang tua bagi murid di luar sekolah dan menurut saya guru juga berperan penting dalam pembentukan sikap siswa dan juga penghapusan Masa Orientasi Siswa yang biasanya kerap diwarnai oleh kekerasan diganti oleh Masa Orientasi Siswa yang menunjukkan prestasi murid-murid senior yang berprestasi sehingga tidak ada lagi pembedaan antara Senior dan Junior, dan peran orang tua juga sangat penting, menerapkan kedisplinan yang tinggi dan menerapkan sikap sehari-hari yang terpuji terhadap anak sehingga dia dapat mencontoh bagaimana sikap yang seharusnya dan jangan melakukan kekerasan terhadap anak, karena dapat membuat anak jadi trauma di dalam faktor psikologis dan faktor lainnya. Saya rasa cukup hal yang saya sampaikan semoga Budaya Bullying yang ada di Indonesia dapat terhapuskan, dan saya ucapkan terimakasih telah membaca
Minggu, 02 Desember 2012
Budaya merokok dari anak di bawah umur
Sungguh hal yang sangat memprihatinkan melihat anak di bawah umur yang sebenarnya sangat dilarang untuk merokok sekarang menjadi trend di kalangan mereka, konsep hidup sehat yang seharusnya mereka dapatkan kini telah berubah menjadi hidup yang sangat tidak sehat, merokok tidak hanya merugikan diri sendiri yang lebih parah adalah merokok dapat membuat orang lain menjadi lebih rugi, karena perokok pasif menerima hal yang lebih parah dibandingkan dengan perokok aktif tersebut, mindset yang ada dikalangan masa kini adalah apabila tidak merokok maka akan menjadikan diri sendiri menjadi kuper, tidak gaul, dan semacamnya, dengan merokok kita akan sedikit demi sedikit mengurangi umur panjang kita, hidup yang seharusnya dapat kita rasakan lebih lama, akan menjadi hidup yang lebih singkat, dari sebuah artikel yang saya baca mengatakan bahwa saat ini terdapat 1.100 juta rokok di dunia yang 45% masih seorang pelajar dan kemudian pada tahun 2025 akan diperkirakan bertambah hingga mencapai 1.640 juta remaja. Setiap tahunnya, diperkirakan 4 juta orang meninggal dunia karena kasus yang berhubungan dengan tembakau. Kesadaran akan bahaya merokok sebaiknya tercipta dari masing-masing pelajar tersebut, solusi dalam menghentikan perokok di bawah umur ini adalah menanamkan pengetahuan sejak dini akan bahaya dari merokok itu sendiri, bagi orang yang sudah merasa dewasa sebaiknya merokok sesuai dengan tempatnya, jangan merokok di tempat umum karena anak yang masih di bawah umur akan mencontoh dari orang yang lebih dewasa, kemudian berikan sanksi yang tegas untuk anak di bawah umur yang berani untuk merokok. Semoga budaya merokok yang ada dikalangan anak di bawah umur akan dapat dihapuskan dan akan menjadikan negeri yang lebih baik.
Budaya mencontek di kalangan pelajar
Mencontek berarti anda melihat jawaban milik orang lain yang bukan menjadi hak kita, hal seperti ini bukanlah hal yang tabu bagi kalangan pelajar, dan seiring berkembangnya waktu mencontek telah menjadi suatu kebiasaan, bahkan saya tidak ingin memungkiri bahwa saya pernah melakukan hal seperti ini (mencontek) segala cara akan dilakukan demi mendapatkan jawaban dari orang lain maupun dari suatu media. Demi mendapatkan nilai setinggi-tingginya kita rela untuk melakukan suatu hal yang sebenarnya sangat tidak baik. Setelah saya sadari, mendapatkan nilai tinggi itu sebenarnya bukanlah segala-galanya, yang terpenting dari proses belajar mengajar adalah mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya, kita harus mengubah mindset kita yang selama ini berfikiran bahwa proses belajar-mengajar berarti mendapatkan nilai setinggi mungkin. Berfikirkah anda bahwa mendapatkan nilai tinggi tetapi kita tidak mengerti maksud dari pelajaran tersebut adalah hal yang sangat percuma. Selain kita tidak mengerti maksud dari pelajaran tersebut, hal yang sangat disayangkan adalah ketika kreatifitas kita terhabat karena mencontek, dan rasa malas yang ada di dalam diri kita akan semakin besar, apabila sudah lulus dalam jenjang paling tinggi, hal yang akan kita lakukan adalah mencari kerja, kebiasaan mencontek akan memberikan dampak kita menjadi terbiasa untuk bekerja tidak mandiri (individu) padahal proses kerja akan dipertanggung jawabkan terhadap diri kita sendiri, hal ini akan sangat menyulitkan kita, masa depan yang sangat disayangkan karena kita akan kekurangan ilmu karena terbiasa untuk melakukan hal mencontek tersebut. Solusi untuk mengurangi kebiasaan mencontek ini adalah diperketatnya dalam penjagaan ulangan, sehingga akan menyulitkan dalam melakukan hal mencontek kemudian kesadaran belajar yang tinggi, rasa malas yang ada di dalam diri sebaiknya dilawan sehingga kita akan terbiasa belajar, mengubah mindset yang berfikiran bahwa belajar mengajar berarti mendapatkan nilai setinggi-tingginya menjadi proses belajar mengajar adalah hal dimana kita harus mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya demi masa depan yang sangat indah kemudian jadikan mindset kita yang berfikiran bahwa semakin mudah lelah dalam belajar itu adalah hal yang membuat diri kita menjadi bodoh, dukungan dari orang tua untuk tidak malas dalam belajar, memberikan suasana yang sangat kondusif di dalam rumah sehingga terciptanya proses kenyamanan dalam belajar mengajar, karena orang tua adalah hal yang paling menentukan dalam keberhasilan ini, dan yang terakir adalah, dalam menemui kegagalan jangan sering kali untuk meyerah, kunci dalam kesuksesan adalah "coba sekali lagi". Sekiranya itu saja yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat untuk menjadikan diri anda yang jauh lebih baik, terimakasih telah membaca
Budaya India di Zaman Modern
Sekarang adalah masa di mana zaman sudah sangat modern dan dunia telah ber-globalisasi, telah berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional, ciri khas dari masing-masing negara sedikit demi sedikit terlupakan dan lama-kelamaan akan hilang. Saya sangat menyayangkan kejadian seperti ini, kita sebagai warga negara yang baik seharusnya dapat melakukan hal yang terbaik untuk negara kita, dengan menjaga semua warisan budaya sehingga keturunan kita kelak akan mengetahui apa saja peninggalan dari warisan budaya kita. Dengan seiring berjalannya waktu dan dengan seiring ketidak perdulian kita terhadap budaya tentu akan menghapuskan apa yang telah menjadi warisan kita.
Di zaman yang sangat modern ini banyak sekali negara yang meninggalkan budayanya, dan lama kelamaan budaya di negara tersebut tentu akan hilang, namun India masih sangat ber-konsisten untuk menjaga kebudayaannya di masa sekarang, pernahkah anda melihat wanita India berpakaian? Mereka menggunakan busana khas India yang lebih dikenal dengan busana "Sari".
Di zaman yang sangat modern ini banyak sekali negara yang meninggalkan budayanya, dan lama kelamaan budaya di negara tersebut tentu akan hilang, namun India masih sangat ber-konsisten untuk menjaga kebudayaannya di masa sekarang, pernahkah anda melihat wanita India berpakaian? Mereka menggunakan busana khas India yang lebih dikenal dengan busana "Sari".
Walaupun mereka jauh dari Negaranya tetapi mereka tetap menggunakan baju khas India tersebut ,dan konsisten untuk tidak mengikuti perkembangan zaman yang modern ini, tentu negara India tersebut tidak akan kehilangan jati dirinya, dan mereka tidak malu untuk berbeda dengan masyarakat pada umumnya, mereka tidak malu untuk menggunakan busana sari. Penggunaan busana sari tidak hanya dilakukan di waktu tertentu, tetapi di semua kegiatan yang mereka lakukan, seperti mengantarkan anak mereka ke sekolah, berbelanja, acara keluarga, dan lain-lainnya, saya sangat menghargai dengan rasa konsisten yang mereka lakukan, saya berharap negara kita juga dapat mengikuti jejak negara India tersebut untuk terus melestarikan budaya warisan yang telah ada sejak dahulu tentu saja agar budaya yang telah ada tidak akan punah seiring dengan berjalannya waktu.
Sabtu, 01 Desember 2012
Budaya Tawuran yang Harus Dihapuskan
Saya Silvia Kharisma akan mencurahkan tentang apa yang telah terjadi dikalangan pelajar pada saat ini. Budaya Tawuran dijaman sekarang ini sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan seorang pelajar, minimnya pengetahuan serta pengawasan dan disiplin yang kurang menyebabkan banyak pelajar dengan semena-mena melakukan tawuran, dan mungkin pelajar tersebut takut untuk dibilang pengecut oleh sekawanannya apabila menolak untuk mengikuti perkelahian pelajar, namun apabila pelajar tersebut mempunyai rasa konsisten untuk tidak melakukan tawuran, tentu tidak akan terpengaruh untuk melakukan tawuran tersebut demi kebaikan dirinya, dan dengan melakukan tawuran tentu sangat tidak bermanfaat, terlebih lagi tawuran dapat membahayakan dan merugikan diri sendiri maupun orang lain, dengan maraknya budaya tawuran tentu kualitas pelajar di Indonesia sangatlah memburuk, selain hilangnya konsentrasi dalam belajar mengajar, tawuran juga menyebabkan pelajar mempunyai banyak masalah, dan dari tahun ke tahun korban di dalam kasus perkelahian pelajar semakin meningkat, dan apabila kasus perkelahian ini terus berlanjut dan tidak dihentikan akan berakibat fatal bagi pelajar tersebut, orang tua pelajar, dan pihak-pihak yang dirugikan, saya pernah menonton berita bahwa perkelahian pelajar sudah dilakukan sejak Sekolah Menengah Pertama(SMP) dan saya berfikir bahwa perkelahian yang mereka lakukan sejak dini tersebut akan membuat pribadi anak tersebut menjadi tidak baik, dan saya mempunyai beberapa masukan agar perkelahian pelajar dapat diatasi : 1. Keperdulian pihak sekolah terhadap apa yang siswa lakukan di luar sekolah sangat diperlukan, bukan berarti setelah sekolah selesai maka tanggung jawab pihak sekolah telah selesai juga, karena apabila terjadi perkelahian, tentu saja nama baik sekolah tersebut akan tercoreng. 2. Disiplin yang tinggi yang harus diterapkan oleh sekolah maupun orang tua di rumah. 3. Masa Orientasi Siswa yang biasanya rentan dengan kekerasan fisik sebaiknya diganti oleh motivasi siwa/siswi yang berprestasi sehingga mereka mendapatkan pelajaran untuk melakukan hal yang terbaik selama menjalani pembelajaran di sekolah. 4. Membuat siswa mempunyai rasa konsisten, hal ini merupakan hal yang sangat penting, siswa tidak akan terpengaruh untuk melakukan hal yang negatif apabila mereka mempunyai rasa berpegang teguh terhadap pendiriannya dan konsisten bahwa sekolah adalah tempat belajar mengajar serta tempat untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyak bukan tempat untuk mencari musuh. Sekiranya itu saja yang dapat saya tulis di dalam blog ini, semoga apa yang telah saya berikan dapat bermanfaat untuk menjadikan siswa-siswi Indonesia yang lebih baik.
Langganan:
Komentar (Atom)