Sabtu, 01 Desember 2012

Budaya Tawuran yang Harus Dihapuskan

Saya Silvia Kharisma akan mencurahkan tentang apa yang telah terjadi dikalangan pelajar pada saat ini. Budaya Tawuran dijaman sekarang ini sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan seorang pelajar, minimnya pengetahuan serta pengawasan dan disiplin yang kurang menyebabkan banyak pelajar dengan semena-mena melakukan tawuran, dan mungkin pelajar tersebut takut untuk dibilang pengecut oleh sekawanannya apabila menolak untuk mengikuti perkelahian pelajar, namun apabila pelajar tersebut mempunyai rasa konsisten untuk tidak melakukan tawuran, tentu tidak akan terpengaruh untuk melakukan tawuran tersebut demi kebaikan dirinya, dan dengan melakukan tawuran tentu sangat tidak bermanfaat, terlebih lagi tawuran dapat membahayakan dan merugikan diri sendiri maupun orang lain, dengan maraknya budaya tawuran tentu kualitas pelajar di Indonesia sangatlah memburuk, selain hilangnya konsentrasi dalam belajar mengajar, tawuran juga menyebabkan pelajar mempunyai banyak masalah, dan dari tahun ke tahun korban di dalam kasus perkelahian pelajar semakin meningkat, dan apabila kasus perkelahian ini terus berlanjut dan tidak dihentikan akan berakibat fatal bagi pelajar tersebut, orang tua pelajar, dan pihak-pihak yang dirugikan, saya pernah menonton berita bahwa perkelahian pelajar sudah dilakukan sejak Sekolah Menengah Pertama(SMP) dan saya berfikir bahwa perkelahian yang mereka lakukan sejak dini tersebut akan membuat pribadi anak tersebut menjadi tidak baik, dan saya mempunyai beberapa masukan agar perkelahian pelajar dapat diatasi : 1. Keperdulian pihak sekolah terhadap apa yang siswa lakukan di luar sekolah sangat diperlukan, bukan berarti setelah sekolah selesai maka tanggung jawab pihak sekolah telah selesai juga, karena apabila terjadi perkelahian, tentu saja nama baik sekolah tersebut akan tercoreng. 2. Disiplin yang tinggi yang harus diterapkan oleh sekolah maupun orang tua di rumah. 3. Masa Orientasi Siswa yang biasanya rentan dengan kekerasan fisik sebaiknya diganti oleh motivasi siwa/siswi yang berprestasi sehingga mereka mendapatkan pelajaran untuk melakukan hal yang terbaik selama menjalani pembelajaran di sekolah.  4. Membuat siswa mempunyai rasa konsisten, hal ini merupakan hal yang sangat penting, siswa tidak akan terpengaruh untuk melakukan hal yang negatif apabila mereka mempunyai rasa berpegang teguh terhadap pendiriannya dan konsisten bahwa sekolah adalah tempat belajar mengajar serta tempat untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyak bukan tempat untuk mencari musuh. Sekiranya itu saja yang dapat saya tulis di dalam blog ini, semoga apa yang telah saya berikan dapat bermanfaat untuk menjadikan siswa-siswi Indonesia yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar