Rabu, 09 Januari 2013

Makalah Keberhasilan Pemimpin atas Peran Ilmu Budaya Dasar


Kata Pengantar





Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala Rahmat dan saya diberikan kesehatan sehingga saya dapat menyelasaikan membuat makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang amat sangat sederhana, namun dibalik kesederhanaan dari makalah ini saya harap makalah ini dapat membantu dan dapat dipergunakan sebagai acuan petunjuk maupun pedoman bagi anda para pembaca dan tentu dapat menambah ilmu serta pengetahuan.

Dan tak lupa pula ucapan terima kasih kepada kerabat, orang tua, dan Bapak Heri Suprapto sehingga saya mendapat kesempatan untuk belajar dalam membuat makalah ini.

Saya sadari makalah ini memang masih jauh dari kesempurnaan bahkan masih banyak kekurangan dan dikarenakan pengetahuan saya yang terbatas. Oleh karena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan bersifat membangun untuk menjadikan makalah yang lebih sempurna untuk makalah selanjutnya.









BAB I 
LATAR BELAKANG

Peran Manajer dalam kelangsungan hidup perusahaan sangat teramat diperhatikan untuk itu para manajer diharuskan mempunyai etika berbudaya yang sangat baik untuk tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan. Dan peranan manajer yang diharapkan dapat mempunyai wewenang yang bijaksana sehingga dapat membuat suatu efektivitas dalam berorganisasi. Dan dengan demikian pada bab pertama ini akan dibahas peranan pokok dalam fungsi berorganisasi. Dan yang pertama akan saya bahas yaitu cara pemimpin dalam berperan untuk melangsungkan terjalinnya suatu keberhasilan ketetapan atas rencana yang telah ditetapkan.

Berdasarkan uraian-uraian yang saya jelaskan di atas, maka permasalahan yang akan dirumuskan adalah sebagai berikut:

1. Apakah pengertian dari wewenang dan organisasi 
2. Bagaimanakah peranan pemimpin untuk mencapai suatu keberhasilan 

Tujuan

Tujuan dari penjelasan yang telah saya jabarkan di atas agar pembaca mengetahui  bagaimanakah peranan seorang manajer agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan semestinya, dan agar anda mengetahui apakah pengertian dari wewenang dan organisasi. Dan dari informasi yang telah saya berikan di atas semoga dapat bermanfaat bagi anda sekalian.

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Wewenang dan Organisasi

Wewenang merupakan suatu kekuasaan resmi untuk menyuruh atau memberikan perintah kepada pihak lain supaya bertindak dan taat kepada pihak yang memiliki wewenang itu.  Dan dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan. wewenang yang bersifat informal, untuk mendapatkan kerjasama yang baik antara para manajer dengan bawahan. Di samping itu pula, wewenang juga tergantung pada banyaknya ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan. Sedangkan pengertian pengorganisasian merupakan proses menciptakan hubungan-hubungan komponen-komponen organisasi yang berinteraksi antara individu yang satu dengan individu yang lainnya agar tercapai nya suatu tujuan yang telah ditetapkan di dalam organisasi tersebut.

KINERJA MANAJERIAL

Kepemimpinan diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan berbagai tugas yang berhubungan dengan aktivitas anggota kelompok. Kepemimpinan juga diartikan sebagai kemampuan mempengaruhi berbagai strategi dan tujuan, kemampuan mempengaruhi komitmen dan ketaatan terhadap tugas untuk mencapai tujuan bersama; dan kemampuan mempengaruhi kelompok agar mengidentifikasi, memelihara dan mengembangkan budaya organisasi (Shegdill dalam Stoner dan Freeman 1989: 459-460). Unsur-unsur kepemimpinan menurut Shegdill adalah: (1) adanya keterlibatan anggota organisasi sebagai pengikut; (2) distribusi kekuasaan di antara pemimpin dengan anggota organisasi; (3) legitimasi diberikan kepada pengikut, dan (4) pemimpin mempengaruhi pengikut melalui berbagai cara.
Beberapa pendapat pakar mengenai kepemimpinan juga disajikan oleh Philip (2003: 5-6) sebagai berikut. Menurut Burns bahwa kepemimpinan merupakan proses hubungan timbal balik pemimpin dan pengikut dalam memobilisasi berbagai sumber daya ekonomi, politik dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Selanjutnya, Gardner berpendapat bahwa kepemimpinan merupakan suatu atau sekumpulan aktivitas yang teramati oleh pihak lain, berlangsung dalam kelompok, organisasi atau lembaga, dan melibatkan pemimpin dan pengikut yang bekerjasama untuk mewujudkan tujuan umum yang direncanakan. Sedangkan Hary S. Truman mengartikan kepemimpinan sebagai kemampuan untuk memperoleh orang-orang agar mengabaikan apa yang tidak disukai dan melaksanakan apa yang disukai.
Sesuai definisi kepeminpinan pakar di atas dapat dipahami bahwa kepemimpinan memiliki berbagai makna, tergantung pada sudut pandang pakar, dan tergantung pula pada konteksnya. Kepemimpinan merupakan suatu proses menggerakan berbagai sumber daya dan mempengaruhi orang lain agar bekerjasama untuk pencapaian tujuan. Kapabilitas, pengaruh, proses, pemimpin, pengikut, penggerakan, kerjasama dan tujuan merupakan unsur-unsur penting kepemimpinan. Sebagai proses, kepemimpinan dapat dikategorikan ke dalam beberapa bagian yaitu: (1) melibatkan pengaruh pemberian contoh dan persuasi, (2) interaksi di antara berbagai aktor baik sebagai pemimpin maupun sebagai pengikut, (3) interaksi dipengaruhi situasi dimana interaksi itu berlangsung. (4) proses meraih berbagai luaran seperti pencapaian tujuan, kohesi kelompok, dorongan atau perubahan budaya organisasi (Philip, 2003: 6).
Konsep kepemimpinan kontemporer menganggap bahwa kepemimpinan merupakan proses saling mempengaruhi antara pemimpin dan pengikut untuk mencapai tujuan bersama (Lussier dan Achua, 2001: 6). Elemen kunci kepemimpinan meliputi: pemimpin-pengikut, pengaruh, orang, perubahan dan tujuan yang akan dicapai. Pengikut ialah orang lain yang dipengaruhi oleh pemimpin. Pengaruh ialah upaya pemimpin mempengaruhi orang lain dengan cara mengkomunikasikan gagasan, memperoleh tanggapan atas gagasan yang dikemukakan dan memotivasi pengikut agar mendukung dan mengimplementasikan gagasannya dengan melakukan perubahan. Pengaruh merupakan esensi kepemimpinan. Pemimpin yang efektif mempengaruhi pengikutnya dalam berpikir bukan hanya untuk kepentingannya sendiri, melainkan pula untuk kepentingan bersama. Selanjutnya, meskipun istilah orang tidak dikemukakan secara spesifik dalam definisi kepemimpinan ini, namun setelah membaca elemen definisi kepemimpinan yang lain, maka dapat dipahami bahwa kepemimpinan adalah mengarahkan orang (lain). Definisi kepemimpinan ini mengandung makna bahwa pengikut yang baik juga menunjukkan peran kepemimpinan jika diperlukan, artinya pengikut bisa saja mempengaruhi pemimpinnya. Karena itu, definisi kepemimpinan kontemporer ini menunjukkan bahwa proses mempengaruhi terjadi antara pemimpin dan pengikut secara timbal balik dan dua arah.

Dalam menentukan berhasil atau suksesnya suatu pekerjaan dari perencanaan yang telah ditetapkan maka harus ada kinerja manajer yang berbudaya dan beretika, para pemimpin tidak hanya bekerja dengan bawahan maupun dengan supervisor tetapi juga bagaimana para pemimpin membentuk suatu sifat yang baik agar pekerjaan yang dilakukan akan berjalan dengan semestinya. Semakin tinggi tingkat perilaku kepemimpinan akan meningkatkan kinerja tim di sebuah organisasi. Nilai-nilai perilaku kepemimpinan ditunjukkan dengan perilaku cinta kasih, pemberian wewenang kepada bawahan, perhatian terhadap visi organisasi, serta memiliki jiwa kesederhanaan. merupakan bentuk tata nilai pemimpin. Pemimpin yang berbasis tata nilai akan dapat meningkatkan kinerja

Penutup

Dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki suatu sikap dalam beretika dengan baik dan benar. Sekian pembahasan yang telah saya berikan, sekiranya pembahasan saya ini dapat bermanfaat bagi anda para pembaca dan dapat juga untuk menambah pengetahuan anda sekalian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar