Kata
Pengantar
Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Kuasa atas segala Rahmat dan saya diberikan kesehatan sehingga saya dapat
menyelasaikan membuat makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang amat sangat
sederhana, namun dibalik kesederhanaan dari makalah ini saya harap makalah ini
dapat membantu dan dapat dipergunakan sebagai acuan petunjuk maupun pedoman
bagi anda para pembaca dan tentu dapat menambah ilmu serta pengetahuan.
Dan tak lupa pula ucapan terima kasih
kepada kerabat, orang tua, dan Bapak Heri Suprapto sehingga saya mendapat
kesempatan untuk belajar dalam membuat makalah ini.
Saya sadari makalah ini memang masih
jauh dari kesempurnaan bahkan masih banyak kekurangan dan dikarenakan
pengetahuan saya yang terbatas. Oleh karena itu saya harapkan kepada para
pembaca untuk memberikan masukan-masukan bersifat membangun untuk menjadikan
makalah yang lebih sempurna untuk makalah selanjutnya.
BAB I
LATAR BELAKANG
Peran Manajer dalam kelangsungan hidup perusahaan sangat
teramat diperhatikan untuk itu para manajer diharuskan mempunyai etika
berbudaya yang sangat baik untuk tercapainya suatu tujuan yang telah
ditetapkan. Dan peranan manajer yang diharapkan dapat mempunyai wewenang yang
bijaksana sehingga dapat membuat suatu efektivitas dalam berorganisasi. Dan
dengan demikian pada bab pertama ini akan dibahas peranan pokok dalam fungsi
berorganisasi. Dan yang pertama akan saya bahas yaitu cara pemimpin dalam
berperan untuk melangsungkan terjalinnya suatu keberhasilan ketetapan atas
rencana yang telah ditetapkan.
Berdasarkan uraian-uraian yang saya jelaskan di atas,
maka permasalahan yang akan dirumuskan adalah sebagai berikut:
1. Apakah pengertian dari wewenang dan organisasi
2. Bagaimanakah peranan pemimpin untuk mencapai suatu
keberhasilan
Tujuan
Tujuan dari penjelasan yang telah saya jabarkan di atas
agar pembaca mengetahui bagaimanakah peranan seorang manajer agar tujuan
yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan semestinya, dan agar anda
mengetahui apakah pengertian dari wewenang dan organisasi. Dan dari informasi
yang telah saya berikan di atas semoga dapat bermanfaat bagi anda sekalian.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Wewenang dan Organisasi
Wewenang merupakan suatu kekuasaan resmi untuk menyuruh
atau memberikan perintah kepada pihak lain supaya bertindak dan taat kepada
pihak yang memiliki wewenang itu. Dan dimaksudkan untuk mencapai suatu
tujuan yang ditetapkan. wewenang yang bersifat informal, untuk mendapatkan
kerjasama yang baik antara para manajer dengan bawahan. Di samping itu pula,
wewenang juga tergantung pada banyaknya ilmu pengetahuan, pengalaman dan
kepemimpinan. Sedangkan pengertian pengorganisasian merupakan proses
menciptakan hubungan-hubungan komponen-komponen organisasi yang berinteraksi
antara individu yang satu dengan individu yang lainnya agar tercapai nya suatu
tujuan yang telah ditetapkan di dalam organisasi tersebut.
KINERJA MANAJERIAL
Kepemimpinan diartikan sebagai
proses mempengaruhi dan mengarahkan berbagai tugas yang berhubungan dengan
aktivitas anggota kelompok. Kepemimpinan juga diartikan sebagai kemampuan
mempengaruhi berbagai strategi dan tujuan, kemampuan mempengaruhi komitmen dan
ketaatan terhadap tugas untuk mencapai tujuan bersama; dan kemampuan
mempengaruhi kelompok agar mengidentifikasi, memelihara dan mengembangkan
budaya organisasi (Shegdill dalam Stoner dan Freeman 1989: 459-460).
Unsur-unsur kepemimpinan menurut Shegdill adalah: (1) adanya keterlibatan
anggota organisasi sebagai pengikut; (2) distribusi kekuasaan di antara
pemimpin dengan anggota organisasi; (3) legitimasi diberikan kepada pengikut,
dan (4) pemimpin mempengaruhi pengikut melalui berbagai cara.
Beberapa pendapat pakar mengenai
kepemimpinan juga disajikan oleh Philip (2003: 5-6) sebagai berikut. Menurut
Burns bahwa kepemimpinan merupakan proses hubungan timbal balik pemimpin dan
pengikut dalam memobilisasi berbagai sumber daya ekonomi, politik dan sumber
daya lainnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Selanjutnya, Gardner
berpendapat bahwa kepemimpinan merupakan suatu atau sekumpulan aktivitas yang
teramati oleh pihak lain, berlangsung dalam kelompok, organisasi atau lembaga,
dan melibatkan pemimpin dan pengikut yang bekerjasama untuk mewujudkan tujuan
umum yang direncanakan. Sedangkan Hary S. Truman mengartikan kepemimpinan
sebagai kemampuan untuk memperoleh orang-orang agar mengabaikan apa yang tidak
disukai dan melaksanakan apa yang disukai.
Sesuai definisi kepeminpinan pakar
di atas dapat dipahami bahwa kepemimpinan memiliki berbagai makna, tergantung
pada sudut pandang pakar, dan tergantung pula pada konteksnya. Kepemimpinan
merupakan suatu proses menggerakan berbagai sumber daya dan mempengaruhi orang
lain agar bekerjasama untuk pencapaian tujuan. Kapabilitas, pengaruh, proses,
pemimpin, pengikut, penggerakan, kerjasama dan tujuan merupakan unsur-unsur
penting kepemimpinan. Sebagai proses, kepemimpinan dapat dikategorikan ke dalam
beberapa bagian yaitu: (1) melibatkan pengaruh pemberian contoh dan persuasi,
(2) interaksi di antara berbagai aktor baik sebagai pemimpin maupun sebagai
pengikut, (3) interaksi dipengaruhi situasi dimana interaksi itu berlangsung.
(4) proses meraih berbagai luaran seperti pencapaian tujuan, kohesi kelompok,
dorongan atau perubahan budaya organisasi (Philip, 2003: 6).
Konsep kepemimpinan kontemporer
menganggap bahwa kepemimpinan merupakan proses saling mempengaruhi antara
pemimpin dan pengikut untuk mencapai tujuan bersama (Lussier dan Achua, 2001:
6). Elemen kunci kepemimpinan meliputi: pemimpin-pengikut, pengaruh, orang,
perubahan dan tujuan yang akan dicapai. Pengikut ialah orang lain yang
dipengaruhi oleh pemimpin. Pengaruh ialah upaya pemimpin mempengaruhi orang
lain dengan cara mengkomunikasikan gagasan, memperoleh tanggapan atas gagasan
yang dikemukakan dan memotivasi pengikut agar mendukung dan mengimplementasikan
gagasannya dengan melakukan perubahan. Pengaruh
merupakan esensi kepemimpinan. Pemimpin
yang efektif mempengaruhi pengikutnya dalam berpikir bukan hanya untuk
kepentingannya sendiri, melainkan pula untuk kepentingan bersama. Selanjutnya,
meskipun istilah orang tidak dikemukakan secara spesifik dalam definisi
kepemimpinan ini, namun setelah membaca elemen definisi kepemimpinan yang lain,
maka dapat dipahami bahwa kepemimpinan adalah mengarahkan orang (lain).
Definisi kepemimpinan ini mengandung makna bahwa pengikut yang baik juga
menunjukkan peran kepemimpinan jika diperlukan, artinya pengikut bisa saja
mempengaruhi pemimpinnya. Karena itu, definisi kepemimpinan kontemporer ini
menunjukkan bahwa proses mempengaruhi terjadi antara pemimpin dan pengikut
secara timbal balik dan dua arah.
Dalam menentukan berhasil atau suksesnya suatu pekerjaan
dari perencanaan yang telah ditetapkan maka harus ada kinerja manajer yang
berbudaya dan beretika, para pemimpin tidak hanya bekerja dengan bawahan maupun
dengan supervisor tetapi juga bagaimana para pemimpin membentuk suatu
sifat yang baik agar pekerjaan yang dilakukan akan berjalan dengan semestinya. Semakin tinggi tingkat perilaku kepemimpinan akan
meningkatkan kinerja tim di sebuah organisasi. Nilai-nilai perilaku
kepemimpinan ditunjukkan dengan perilaku cinta kasih, pemberian wewenang kepada
bawahan, perhatian terhadap visi organisasi, serta memiliki jiwa kesederhanaan.
merupakan bentuk tata nilai pemimpin. Pemimpin yang berbasis tata nilai akan
dapat meningkatkan kinerja
Penutup
Dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki
suatu sikap dalam beretika dengan baik dan benar. Sekian pembahasan yang telah
saya berikan, sekiranya pembahasan saya ini dapat bermanfaat bagi anda para
pembaca dan dapat juga untuk menambah pengetahuan anda sekalian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar