Minggu, 20 Januari 2013

Pelaksanaan Karapan Sapi(Kearifan Lokal)

Pembahasan kali ini saya akan menjelaskan tentang tradisi Jawa selain dari tradisi nujuh bulanan yaitu tradisi Karapan Sapi yang dikembangkan di daerah Madura, Jawa Timur. Tradisi ini awal mulanya ada karena lahan pertanian yang ada di daerah Madura ini kurang subur dengan demikian terjadi peralihan profesi seperti menjadi nelayan dan menjadi seorang peternak sapi, pada suatu hari seorang ulama memperkenalkan cara bercocok tanam dengan baik, pelaksanaan karapan sapi awal mula dilaksanakan dengan cara babak pertama, seluruh sapi diadu kecepatannya dalam dua pasang untuk memisahkan kelompok menang dan kelompok kalah. Pada babak ini semua sapi yang menang maupun yang kalah dapat bertanding lagi sesuai dengan kelompoknya.
Babak kedua atau babak pemilihan kembali, pasangan sapi pada kelompok menang akan dipertandingkan kembali, demikian sama halnya dengan sapi-sapi di kelompok kalah, dan pada babak ini semua pasangan dari kelompok menang dan kalah tidak boleh bertanding kembali kecuali beberapa pasang sapi yang memempati kemenangan urutan teratas di masing-masing kelompok.
babak Ketiga atau semifinal, pada babak ini masing sapi yang menang pada masing-masing kelompok diadu kembali untuk menentukan tiga pasang sapi pemenang dan tiga sapi dari kelompok kalah. Pada babak keempat atau babak final, diadakan untuk menentukan juara I, II, dan III dari kelompok kalah.
Dan acara karapan sapi terus berkembang hingga sekarang dan menjadi tradisi rutin di setiap perayaan sehabis panen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar